Siapa yang tidak tahan untuk keluar rumah, bersama keluarga, sahabat handai taulan menuju tempat-tempat wisata. Tempat di mana sebelum adanya Covid 19 sebagai tempat pelarian dari kelelahan dan kejenuhan rutinitas harian.
Beberapa tempat wisata penuh dengan pengunjung. Ribuan orang memadati mall dan pusat perbelanjaan di berbagai daerah. Begitu juga tempat-tempat wisata sebagian besar diberitakan penuh dan buktinya jalanan macet. Libur akhir pekan yang panjang mendukung pula untuk bisa menikmati waktu senggang dan melepas kejenuhan.
Pandemi ini secara langsung telah mengurung jiwa dan raga. Ada sesuatu yang dikekang dalam ketakutan dan didukung dengan berbagai aturan untuk mencegah transmisi virus. Akan tetapi, segala jerih payah yang sudah dilakukan seolah-olah tidak menunjukkan hasil memuaskan. Angka positif pun terus stabil di atas dan belum ada tanda-tanda untuk menurun. Hal inilah seperti memberikan keputusasaan dan acuh tak acuh banyak orang.
Dibalik itu semua, Covid 19 memberikan pesan utama sebagai berita gembira dalam menjadi The Next Normal, apa saja:
Self Control
Sulit rasanya bagi pemerintah atau gugus tugas covid 19 mengatur jutaan pergerakan rakyat Indonesia. Keterbatasan waktu, tenaga dan uang menjadi tantangan dalam mengontrol ego masyarakat. Tidak ada lagi yang patut dituntut selain melihat ke diri masing-masing. Ada pertahanan terakhir yang bisa diandalkan yakni self control.
Self control memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk memiliki kekuasaan pada dirinya. Di dalam self control terdapat tongkat kekuasaan yang bebas digunakan sesuai kehendak. Besar harapan self control ini digunakan untuk menjaga diri dan orang-orang terdekat. Self control yang mampu mengekang dan membebaskan secara bijak jiwa dan raga masing-masing individu.
Self control memberikan peluang besar untuk kita untuk hidup dalam kesadaran. Kemampuan dalam mengontrol keinginan, mengontrol gerak dan kewaspadaan. Hal ini harus digaungkan oleh pemerintah dan masyarakat luas bahwa inilah pertahanan terakhir dan akan ampuh jika masing-masing individu menggunakannya.
Efektivitas dan Efisiensi
Pandemi yang dialami umat manusia di seantero dunia memberikan pelajaran berharga untuk hidup efektif dan efisen. Pelajaran ini sangat relevan di berbagai kondisi, baik individu atau pun organisasi. Memanfaatkan waktu secara bijak dan mengedepankan penghematan dari berbagai sisi telah mandarah daging dalam setiap individu.
Dulu saya masih ingat, jika ingin meeting harus mensetting lokasi, tempat, makanan dan hal-hal administrative lainnya. Sangat berbeda dengan saat ini, jika ada keperluaan meeting cukup nyalakan aplikasi web conference. Semuanya terdeliver dengan baik dan cepat. Hemat waktu dan hemat biaya. Saya yakin begitu juga dengan Anda.
Kolaborasi
Kolaborasi terpampang nyata dengan memberikan manfaat besar. Selama ini ego pribadi cukup kuat. Istilah selo-selo banyak terjadi dalam organisasi. Dalam ilmu sosiologi, antar kelompok dapat Bersatu jika memiliki kesamaan musuh dari luar. Covid 19 telah menjadikan umat manusia mengedapankan kerja sama.
Bertukar ide, saling support, saling menguatkan terjadi dengan cepat dan tentunya berhasil. Bisa dilihat begitu banyak kolaborasi yang telah terjadi, baik diinternal organisasi atau pun di luar organisasi. Orang-orang berbondong-bondong untuk memberikan kontribusinya dalam memanfaatkan peluang. Goalnya bukan menjadi pemenang atau menguasai pasar, tetapi bersama-sama untuk tetap berada di medan pertempurang.
Antisipasi
Orang cerdas adalah orang yang mampu mengantisipasi dan mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Dalam The Next Normal, banyak individu telah menjadi individu yang antisipatif. Individu yang akan selalu memikirkan segala bentuk risiko dan mempersiapkannya. Karena apa yang dunia alami saat ini begitu sangat mengejutkan. Tidak ada negara yang siap. Yang ada hanyalah negara yang cepat memperbaiki segala kerusakan yang ada.
Mulai hari ini dan seterusnya antisipasi jadi hal utama yang harus dilakukan dan dipersiapkan. Sungguh pelajaran yang sangat berharga.
Cepat Beradapatasi
Manusia adalah makhluk terbaik Tuhan. Kecepatan beradapatasi jadi kunci. Dengan kecepatan mutasi virus covid 19, manusia telah menunjukkan kemampuan adaptasi terbaik. Hasil adaptasi tidak mengecewakan. Lihat transformasi digital begitu cepat terjadi. Berbagai organisasi perusahaan semakin gesit menghadapi tantangan bisnis.
Kemampuan adapatasi ini terus ditingkatkan melalui penguatan knowledge dan experience. Sharing pengalaman antara berbagai pihak penting dilakukan agar kemampuan adapati semakin tinggi. Perlu effort, tetapi bukan mustahil untuk terus adaptif.
Bagaimana dengan vaksin? Kita berdoa semoga vaksin cepat ditemukan dan bisa memberikan hasil positif di masa mendatang. Tentunya kita tidak ingin berlama-lama. Selamat datang The Next Normal, semoga umat manusia mengambil pelajaran dari semua yang telah terjadi.