
Pernahkah Anda ditawarkan untuk dibuatkan kartu member ketika bertransaksi di gerai minimarket, supermarket, coffee shop, mall, atau gerai-gerai lainnya? Jika pernah, pastinya beberapa data Anda diminta sebagai bahan untuk membuat kartu member tersebut. Ada yang hanya meminta nama dan nomor telepon atau bahkan ada yang meminta fotokopi identitas secara lengkap.
Apa yang Anda alami tersebut merupakan sebuah bagian dari proses panjang di era big data. Proses pertama ini disebut sebagai pengumpulan data konsumen (customer data acquisition). Pengumpulan data merupakan sebuah proses penting untuk membentuk struktur data yang sangat besar di sebuah perusahaan. Data yang bersifat pribadi dan berbeda antara setiap orang. Contohnya saja data nomor identitas, nomor telpon, alamat, pekerjaan dan sebagainya.
Sering Terjadi Kegagalan
Pengumpulan data konsumen dengan dalih memberikan kartu member seringkali gagal dilakukan. Itu bisa dilihat dari seberapa besar konsumen yang menolak dibandingkan dengan jumlah yang ditawarkan. Kegagalan ini seringkali terjadi disebabkan rendahnya kemampuan front line atau pemberi layanan mempersuasi dan menginformasikan apa saja benefit yang akan didapatkan oleh konsumen.
Kemampuan komunikasi dan persuasi, kejelasan informasi, dan pendekatan secara personal sangat dituntut dari seorang front line saat berhadapan dengan konsumen. Selain itu, kemampuan untuk menghadapi penolakan konsumen juga jauh lebih penting agar tujuan pengumpulan database bisa tercapai.
Content Jadi Kunci
Pengumpulan data konsumen, validasi data, sturukturasi data, profiling konsumen dan berbagai aktivitas lain belum cukup untuk menjadikan data bermanfaat dan berdampak pada bisnis. Hasil dari data yang sudah diolah, harus mampu dikonversikan menjadi sesuatu yang menarik dan memberikan pengaruh pada konsumen. Pada kondisi inilah konten menjadi kunci.
Konten yang baik harus mampu mengonversi konsumen menjadi satu transaksi baru. Konten yang dibuat berdasarkan big data akan memberikan dampak yang jauh signifikan dibandingkan dengan konten apa adanya melalui berbagai kanal komunikasi. Begitu banyak kanal yang bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan konten, seperti email, pesan, iklan, advertorial, atau postingan di social media.
Automation Jadi Panglima
Besarnya struktur data menjadikan proses pengolahan data harus menggunakan bantuan komputer dan proses digital. Pengambilan insight akan sangat efektif dan efisien serta tepat sasaran jika analisa data menggunakan sebuah proses otomatisasi. Insight yang dihasilkan dari automation akan menjadikan penentu keputusan dalam menentukan strategi apa yang akan digunakan dalam bertransaksi dengan konsumen.
Pada akhirnya, kolaborasi antara big data, content, dan automation harus menjadi fokus setiap perusahaan untuk mempertahankan bisnis di era saat ini. Sehingga salah satu bentuk kartu member yang sering ditawarkan kepada konsumen akan menjadi alat yang sangat berdampak untuk mempertahankan keberadaan konsumen.