Mereka kasak kusuk, menarik nafas yang semakin tak beraturan. Sesekali dahi berkernyit keras. Upaya alami tubuh menghadapi persoalan hidup yang tak kunjung habis.
Mereka ini bisa saya, kamu, iya kamu dan saya. Sebut saja saya dan kamu itu dalam kita. Kita akan saling bercerita tentang kasak kusuk dalam dahi yang berkernyit ya. Setuju? Ya, Anda harus setuju walau sebenarnya mungkin tak setuju.
Hei. Begini. “Bakat itu omong kosong. Bakat yang sebenarnya adalah saat dimana kita tidak pernah menyerah,” sayup suara iklan produk di televisi.
Sudah tahu alur tulisan ini mau ke mana? Oke, mari kita tenangkan diri. Tarik nafas panjang dan dalam, lepaskan dengan pelan. Sudah? Ulangi lagi. Biarkan kernyitan di dahi menghilang, kasak kusukmu kembali damai dalam ketenangan. Sudah? Jika sudah mari kita lanjutkan.
Jadi begini loh, hidup ini bagaikan satu perjalanan panjang. Ada garis mulai dan batas akhir. Semuanya dibalut dalam satu batas waktu. Satu perjalanan ini hanya bisa dilakukan satu kali, tanpa bisa diulangi lagi waktunya.
Jatah perjalanan yang sudah diberikan oleh Tuhan hendaknya tidak disiakan dengan hanya menghabiskan dalam hal-hal negatif. Kita berharap tidak ada keluhan, gerutuan, hingga penyesalan mendalam. Agar jalan itu bisa kita lalui dengan positif kita membutuhkan Lentera Jiwa.
Kata “Lentera Jiwa” saya pinjam dari Andy F. Noya saat sharing pengalaman hidupnya di salah satu acara internal perusahaan tempat saya bekerja. Kata ini sangat powerful dan harus dimiliki oleh setiap individu. Tanpa itu, sulit bagi kita dalam menapaki jalan-jalan kehidupan ini.
Lentera Jiwa ini seharusnya ada di setiap individu. Mudahnya lentera jiwa ini bisa kita sebut passion dan commitment. Hal Ini sangat penting sebagai penerang dan juga kompas kehidupan untuk mengarahkan ke mana hidup kita akan berjalan. Dengan ini juga kita akan selalu memiliki energi besar, kebahagian dan kebermanfaatan bagi sekitar dalam menapaki kehidupan.
Perlu contoh? Jadi begini. Jika Anda saat ini berada dalam satu pekerjaan, cobalah sesekali lihat apakah pekerjaan Anda saat ini sudah menggambarkan tujuan akhir yang akan dicapai? Apakah pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan pilihan Anda untuk selalu menjadi pribadi yang bermanfaat dan bahagia? Apakah ini benar pilihan Anda terakhir?
Anda bisa tanyakan pertanyaan di atas sesekali pada diri sendiri. Pertanyaan tersebut hadir untuk menggali Lenter Jiwa kita masing-masing. Semakin cepat ditemukan semakin baik, semakin dekat pula kita pada kesuksesan diri.
Selamat menggali Lentera Jiwamu. Mari kita saling berbagi dan saling menyemangati dalam setiap proses menemukan lentera jiwa.
Salam.