Pernahkah Anda merasa bahwa aktifitas pekerjaan Anda sehari-hari menjadi sesuatu yang biasa, tidak memiliki tantangan, atau terkadang tidak menggairahkan lagi? Atau Anda merasa bahwa pekerjaan Anda sekarang hanya merupakan satu rutinitas yang terjadi secara otomatis? Anda berangkat di pagi hari, bekerja delapan jam sehari, pulang di sore atau malam hari, dan esoknya diulangi kembali tahun demi tahun.
Jika benar itu yang Anda rasakan, saatnya Anda harus waspada terhadap diri Anda. Karena di saat itulah Anda sesungguhnya masuk ke dalam mode otomotis (automatic mode). Mode otomatis ini menjadi musuh utama bagi individu yang memiliki keinginan besar untuk menjadi extraordinary person dalam bidang pekerjaan yang disukainya. Automatic mode ini juga menjadikan individu berhenti pada satu zona yang dinamakan zona good. Zona dimana individu akan berhenti belajar dan mengembangkan kemampuan dirinya lebih jauh lagi.
Kita sepakat bahwa setiap manusia di muka bumi ini adalah unik dan spesial. Masing-masing individu telah dibekali oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dengan satu kemampuan yang unik dan potential. Mereka yang mampu mentransformasi bekal itulah yang bisa menjadi the extraordinary person dalam kehidupan ini.
Kita ambil satu contoh 1 dari 10.000 musisi di dunia ini yang berhasil mencapai puncak karirnya. Dia adalah Wolfgang Amadeus Mozart yang memiliki kemampuan mencengangkan dalam memainkan keyboard dan violin sehingga membuat setiap orang akan berdecak kagum setiap kali menonton pertunjukannya. Artinya Mozart sudah bertransformasi dari titik good ke titik great (luar biasa). Lalu, pertanyaannya bagaimana cara untuk bisa mencapai dan bertransformasi dari titik good ke titik great ini?
Anders Ericsson dan Robert Pool menjawabnya dalam buku Peak; Secrets from The New Science of Expertise terbitan The Bodley Head, London, tahun 2016. Jawaban tersebut ia temukan setelah lebih dari 30 tahun mempelajari, mengamati, mewawancarai dan menguji para ahli (experts) di berbagai bidang, seperti atlet, musisi, pemain catur, dokter, salespeople, guru dan lainnya dari segi psikologis, fisiologis dan neouroanatomy.
Jawabannya adalah setiap orang akan bisa mencapai titik great (amazing person) jika ia memiliki keinginan dan kemampuan untuk mentransformasi bekal dari Yang Maha Kuasa di dalam dirinya menjadi sesuatu yang luar biasa. Bagaimana cara untuk mentransformasikan bekal tersebut? Ada tiga tahapan yang harus dilakukan, yaitu:
- Purposeful Practice
Ini adalah tahapan dasar yang harus dilakukan agar setiap individu mampu mencapai apa yang diinginkan. Diperlukan tujuan yang spesifik, fokus, umpan balik (feedback) dan keinginan keluar dari zona nyaman. Misalnya, Anda adalah seorang tenaga penjual yang ingin mencapai target penjualan dengan cara memanfaatkan sosial media. Agar target tersebut bisa tercapai, maka Anda perlu banyak berlatih dalam menggunakan sosial media untuk penjualan.
Dalam konteks ini, Target Penjualan adalah tujuan dari proses latihan Anda dalam menggunakan sosial media. Namun, ini baru tahap awal agar Anda bisa meraih experts dibidang penjualan.
- Mental Representation
Masuk ke tahap lebih dalam, Anda harus memiliki kemampuan untuk membayangkan apa-apa saja yang bisa dilakukan dan dampaknya terhadap tujuan Anda. Tahap ini lebih ke arah bagaimana Anda menemukan ide, mengumpulkan informasi, dan mengabstraksi semuanya dalam pikiran.
- Deliberate Practice
Ini adalah tahap pamungkas yang akan membawa kita berpindah dari titik good menuju titik great. Deliberate practice inilah yang selalu dilakukan oleh orang-orang yang kita anggap mampu sukses mencapai titik terbaik dalam kehidupannya. Mereka yang kita sebut sebagai amazing and extraordinary person di kehidupan ini.
Deliberate practice ini merupakan latihan yang sengaja dan dipaksakan. Perlu kita yakini bahwa bekerja keras, banyak latihan atau memaksakan diri hingga pada batasnya belum cukup untuk bisa mencapai titik great. Untuk itulah deliberate practice harus dilakukan dimana di dalamnya ada target yang terukur, rencana yang terstruktur dan diiringin dengan perbaikan tanpa henti (continously improvement).
Itulah tiga tahap transformasi yang bisa kita lakukan agar kita bisa menjadi pribadi yang luar biasa. Dengan kita melakukannya, kita tidak akan pernah berhenti belajar dan berlatih. Tidak ada lagi kondisi di awal dimana adanya kebosanan dan rasa jenuh dalam dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Karena dengan ini kita akan selalu dihadapkan pada tantangan-tantangan baru yang berorientasi pada tujuan-tujuan yang menjadi kita pribadi yang luar biasa dalam kehidupan ini.
Selamat bertransformasi, waktunya bagi kita untuk Good to Great.
source foto: di sini