Banyak orang mengeluh dalam bekerja. Bisa jadi karena ia tidak menyukai pekerjaannya, atasannya yang tidak mengenakan atau atmosfer lingkungan kerja yang tidak mendukung. Akibat keluhan tersebut ia semakin tidak produktif, semakin tidak nyaman, bisa jadi memilih untuk quit atau menyerah.
Tentunya kita tidak mau bukan menjadi pribadi yang seperti itu? So, apa sikap kita terhadap kondisi tersebut?
Jawabannya mudah, ubah pikiran dan sudut pandang Anda bahwa pekerjaan yang Anda diberikan amanah saat ini adalah ladang untuk berbakti kepada Allah SWT. Pekerjaan tersebut adalah ladang pahala yang pelan-pelan akan memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat untuk Anda.
Tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak pribadi yang bekerja hanya sebatas uang dan kekuasaan. Ingin punya uang banyak, ingin naik jabatan, hanya sebatas itu. Jika kondisi di awal tadi menghantui pribadi pencari harta dan kekuasaan, maka dia akan stres. Hidupnya gelisah, selalu mengeluh dan tentunya loyalitas ke tempatnya bekerja akan terus menurun.
Sebagai pribadi Anda seharusnya memiliki makna sukses. Sukses setiap orang relatif, tapi alangkah baiknya jika definisi sukses kita beranjak dari kodrat Anda sebagai pemimpin di muka bumi. Sukses kita terdefinisikan dengan kesuksesan dunia akhirat. Kesuksesan yang mengutamakan sebanyak-banyaknya manfaat untuk banyak orang. Jika ini sudah dimiliki, apapun kondisi lingkungan tempat Anda bekerja, itu tidak akan berpengaruh pada pribadi Anda. Karena konsep sukses itu sudah sangat jauh melampaui kondisi Anda saat ini.
Satu hal lagi yang bisa didapatkan dari mendefinisikan sukses sebagai ibadah adalah kebahagiaan. Dengan bahagia, batin akan terasa damai, pekerjaan dilalui dengan senyuman dan pastinya setiap pekerjaan akan selalu memberikan kontribusi positif untuk hidup yang lebih baik. So, ayo pelan-pelan kita ubah mindset tersebut
