Business Trip: Bangka

image

Perlahan-lahan lobang-lobang kecil berwarna biru, hijau dan putih terlihat dari ketinggian sekitar lebih 25.000 kaki. Mata saya menatap nanar bekas-bekas kejayaan ekonomi Bangka beberapa tahun silam. Di bawah sana, Timah pernah jadi primadona.

Awal April jadi kesempatan pertama saya mengunjungi kota yang belakangan ini semakin terkenal oleh cerita Laskar Pelangi. Ya, Provinsi Bangka Belitung. Sembari melaksanakan perjalanan bisnis, saya bertekad untuk melihat provinsi penghasil timah terbesar di Indonesia dari dekat.

Kepak sayap Garuda Indonesia membawa saya dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang. Sejatinya, perjalanan Jakarta-Pangkal Pinang ditempuh dalam waktu sekitar 50 menit. Hanya saja kali ini saya harus terbang hampir 2 jam dikarenakan cuaca di landasan pendaratan tidak bersahabat.

Tertundanya pendaratan jadi berkah bagi saya untuk menyaksikan dari ketinggian apa yang telah berubah di bumi Serumpun Sebalai ini. Dari jendela pesawat terlihat hamparan hijau pohon sawit diselingi banyak bekas galian yang telah ditinggali. Namun,  di beberapa titik masih terlihat ekskavator menghadap ke lubang galian kerukan timah.

Menjelang pukul 12.30 WIB, pesawat berhasil mendarat dengan sempurna terlambat lebih dari satu jam. Mata saya menyapu kondisi bandara yang secara keseluruhan masih berwajah lama. Namun, wajah bandara ini sedang dalam renovasi, bersiap untuk menyambut peningkatan jumlah pengunjung.

Sambil menunggu bagasi, saya menyapu kondisi sekitar dan tertarik untuk mengambil brosur di tourism counter, mencoba memposisikan bandara di peta Bangka.

Selang setengah jam, bagasi sudah ditangan. Saya pun menuju pintu kedatangan.

Aktivitas bandara cukup ramai. “Sekarang lebih sepi Mas, beberapa hari lalu tiket pesawat aja habis. Ada perayaan Cheng Beng,” ujar Galih, kolega bisnisku di Bangka. Di pintu keberangkatan, terlihat banyak pemudik beretnis Cina yang baru selesai merayakan di tanah leluhur mereka.

Saya akan menghabiskan empat hari di Bangka. Saya akan beristirahat di hotel Soll Marina Bangka, seharian akan mengawasi pelaksanaan training, sisanya saya akan melakukan visit dealer Honda. Disela-sela itu so pasti saya akan menikmati keindahan dan keagungan Provinsi Bangka Belitong ini. Tunggu ya cerita saya mengunjungi Pantai Sungailiat, menikmati segernya mie koba di Bangka Tengah, mencoba martabak asli Bangka dan tempat seru lainnya

Tinggalkan komentar