Sangat sering bagi saya menerima ucapan “Maaf mas kembaliannya uang receh”. Atau sebaliknya seringkali tanpa sadar saya sering berkata, “Uang receh gak papa ya?” dalam interaksi yang berkaitan dengan uang.
Belakangan ini saya berfikir mengapa kondisi di atas seringkali terjadi? Apakah ini menggambarkan kondisi kita sebagai pribadi yang minder dengan hal-hal kecil? Ayo kita tanyakan pada diri kita masing-masing.
Dalam kondisi masyarakat yang semakin mengglobal ini, informasi berpindah begitu cepat melalui media sosial menjadikan kita sebagai individu hanya melihat pada hal-hal besar. Banyak yang ingin jadi pengusaha tanpa mau bekerja keras, banyak yang ingin populer tapi melalui jalan pintas, dan lain sebagainya.
Selain itu, lihat saja soal ‘waktu’ kita jarang sekali menggunakan patokan menit. Langsung pada jumlah jam atau jumlah hari. Ini memperlihatkan kepada kita bahwa kita hanya fokus pada hal-hal besar.
Budaya fokus pada hal-hal besar memberikan dampak negatif. Timbulnya generasi instan yang tidak melihat proses. Generasi yang minder jika hidup dalam kesederhanaan. Generasi yang berfoya-foya dalam kekurangan, demi terlihat kaya.
Apa yang saya alami dan juga saya lakukan membuat saya berfikir dan merenung bahwa kita sebagai pribadi harus fokus pada hal-hal kecil. Karena dengan berfokus pada hal kecillah hasil yang besar bisa diraih. Mau menulis 1 buku (hal besar) ? Tulislah kata demi kata secara perlahan.
Nasihat mengatakan kepada kita, satu langkah besar harus dimulai dari langkah kecil. Untuk itu perlahan-lahan kita harus mulai memperhatikan hal-hal kecil dalam hidup ini. Tanpa itu, jangan pernah bermimpi untuk memiliki hal-hal besar.
